Lagi, Polisi Bekuk 8 Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR
search

Lagi, Polisi Bekuk 8 Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

Zona Barat
Polda Metro Jaya membekuk 8 pelaku pemalsuan surat hasil tes swab anitgen atau PCR. Foto: Detik.com.

Politeia.id -- Polisi membekuk delapan pelaku sindikat pembuat dan pemesan surat keterangan hasil swab antigen dan tes swab PCR Covid-19 palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari kedelapan orang tersebut ada yang bekerja di sebuah klinik dan laboratorium.

"Ada beberapa tersangka ini yang memang kerjanya adalah pegawai di situ, di lab. Sehingga dia gampang memalsukan. Data dikosongkan nanti nama dimasukkan siapa pemesannya," ungkap Yusri saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (25/1).

Lebih lanjut, pria kelahiran Sulawesi Selatan itu membeberkan modus operandi yang dilakukan para pelaku.

Ia menyebut, mereka menawarkan melalui media sosial, terutama Facebook.

Bahkan, mereka melakukan aksinya dengan masuk-keluar rumah.

"Menawarkan melalui media sosial seperti Facebook, bahkan juga ada yang `door to door`," terang Yusri.

Ia menjelaskan, dari delapan orang yang diamankan, tujuh diantaranya yakni RSH, RHM, IS, MA, SP, MA dan Y telah ditahan.

Sementara satu orang pelaku masih di bawah umur berinisial DM tidak dilakukan penahanan.

Yusri menguraikan, kedelapan pelaku tersebut memiliki peran masing-masing.

RSH berperan menawarkan, membuat dan menjadi perantara penjualan surat hasil swab antigen Covid-19 melalui FB, serta membuat surat hasil swab antigen Covid-19 palsu.

Sementara itu, RHM berperan bersama RSH membuat surat hasil swab antigen Covid-19 palsu.

Selanjutnya, IS berperan memesan, membeli dan menggunakan surat hasil swab antigen Covid-19 palsu dari RSH.

DM yang masih di bawah umur berperan membeli surat hasil swab antigen Covid-19 palsu tersebut.

Berikutnya, MA berperan memesan surat hasil swab PCR Covid-19 palsu.

SP berperan menyuruh MA untuk memesan dan membayar surat hasil swab PCR palsu.

Kemudian, MA berperan menyuruh Y membuat surat hasil swab PCR palsu.

Y pun membuat surat hasil swab PCR palsu atas nama Sambas Permana.

Yusri pun meminta agar masyarakat perlu lebih hati-hati dalam melakukan pengujian swab PCR Covid-19.

Pasalnya, di tengah kondisi sulit akibat didera pandemi, masih saja ada orang yang melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat.

"Oknum-oknum ini tanpa mereka sadari mencari keuntungan merugikan masyarakat," ungkapnya.

"Inilah orang-orang yang memang harus terus kita lakukan penindakan secara tegas," imbuhnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.*

Tag:

comments