Otak Perampokan Uang Setengah Miliar Perusahaan Migas di Semarang Ternyata Sopir
search

Otak Perampokan Uang Setengah Miliar Perusahaan Migas di Semarang Ternyata Sopir

Zona Barat
Ilustrasi borgol: Foto: Pixabay

Politeia.id -- Polisi meringkus enam perampok uang Rp563 juta yang dibawa oleh karyawan perusahaan migas PT Trical Langgeng Jaya di Jalan Krakatau, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Keenam pelaku ialah Moch Agus Irawan (38) warga Kelurahan Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang; Rahmat (39), Frans Panjaitan (36), Maftuhi (25), dan Vidi Kondian (30), masing-masing warga Lampung Tengah; dan Susanto (39).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana mengatakan tersangka Susanto (39) merupakan pegawai perusahaan tersebut. Indra menyebut, warga Gayamsari Kota Semarang itu merupakan otak perampokan.

"Pelaku ini merupakan sopir di perusahaan ini. Berperan memberi informasi tentang situasi serta kebiasaan pegawai yang biasa mengambil uang," ujar Indra di Semarang, Senin (25/1).

Menurut dia, pelaku mengaku mengalami kesulitan ekonomi sehingga merencanakan perampokan itu.

Indra menerangkan, pelaku perampokan memperoleh jatah masing-masing jatah uang hasil rampokan sebesar Rp90 juta.

Polisi sendiri juga menggelar reka ulang perampokan di Jalan Krakatau, Kota Semarang. Enam pelaku, termasuk empat anggota komplotan perampok asal Lampung mengikuti reka ulang tersebut.

Dalam reka ulang tersebut diketahui tersangka Susanto sempat ikut berpura-pura mengejar perampok, sesaat setelah peristiwa pidana itu terjadi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengatakan, petugas menangkap pelaku saat berusaha kabur ke Ciamis, Jawa Barat. Setelah beraksi mereka kabur berpencar ke Kota Salatiga dan Yogyakarta. Motor hasil curian yang digunakan beraksi dibuang di wilayah Kota Semarang.

Kemudian mereka sepakat bertemu di sebuah hotel di Yogyakarta dengan menyewa mobil rental di Banyumanik Kota Semarang untuk membagi hasil kejahatannya.

“Pelaku membagi uang hasil rampokannya masing-masing Rp90 juta per orang,” ujar Kombes Irwan.

Irwan mengatakan pelaku sudah merencanakan perampokan sekitar dua bulan. Mereka datang ke Semarang sejak 7 Januari untuk melakukan pengamatan, dengan dibantu pelaku asal Ungaran.

“Sebelum beraksi pelaku terlebih dahulu mencuri dua sepeda motor, kendaraan itu yang mereka gunakan melakukan perampokan,” jelas Irawan.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita barang bukti tiga senjata api rakitan (senpi) serta uang sebesar Rp290 juta sisa hasil rampokan yang disimpan dalam rekening masing-masing pelaku. Pelaku membeli senpu dengan harga Rp15 juta termasuk pelurunya.

“Senpi yang mereka bawa jenis rakitan. Milik saudara Frans satu senpi, Maftuhi satu dan Rahmat satu. Mereka membeli senpi sekaligus pelurunya di Lampung,” ungkapnya.

Aksi rampok itu terjadi di Jalan Krakatau VIII, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur sekitar pukul 08.30 WIB hari Senin (18/1/2021). Terlihat dalam video CCTV yang diperiksa petugas, korban bernama Teguh datang menggunakan mobil putih dan parkir di seberang kantornya.

Ketika hendak menyeberang, korban yang hendak menyetor uang dari agen elpiji, tiba-tiba didatangi oleh empat perampok yang mengendarai dua sepeda motor. Dengan cepat, salah satu pelaku kemudian turun dan merebut tas yang sedang dibawa korban. Tas itu isinya adalah duit Rp 563 juta.

Korban tidak berkutik karena keempat perampok membawa senjata api. Kawanan ini kemudian kabur berpindah-pindah kota. Pelarian mereka terhenti setelah tim Subdit Jantanras Polda Jateng dan Tim Resmob Polrestabes berhasil membekuk komplotan asal lampung itu di daerah Margaluyu Cikoneng Ciamis Jawa Barat.

Saat penangkapan petugas terpaksa melumpuhkan para pelaku dengan timah panas pada bagian kaki kanannya karena melakukan perlawanan. Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

 

Tag:

comments