3 Mantan Presiden AS Kirim Pesan untuk Biden, Serukan Persatuan AS
search

3 Mantan Presiden AS Kirim Pesan untuk Biden, Serukan Persatuan AS

Zona Barat
Tiga mantan presiden AS: Bill Clinton (kiri), Barack Obama (tengah) dan George W. Bush (kanan). Foto: Kolase/CNN..

Politeia.id -- Tiga mantan Presiden Amerika Serikat turut menghormati kemenangan Joe Biden dengan menghadiri upcara pelantikan pada Rabu (20/1) malam waktu Indonesia. Ketiganya adalah Barack Obama, George W. Bush dan Bill Clinton.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang direkam sebagai bagian dari konser peresmian "Celebrating America", seperti beritakan CNN, ketiganya menyerukan agar Biden konsisten melakukan upaya persatuan nasional.

Ketiganya pun mengucapkan selamat kepada Biden saat ia melangkah ke Gedung Putih untuk menjabat sebagai Presiden ke-46 AS.

"Saya pikir fakta bahwa kami bertiga berdiri di sini berbicara tentang pengalihan kekuasaan secara damai menunjukkan integritas kelembagaan negara kita," kata George Bush yang menjabat sebagai presiden dua periode, sejak 2001-2009.

"Amerika adalah negara yang murah hati, orang-orang yang memiliki hati yang baik. Kami bertiga beruntung menjadi presiden negara ini," katanya.

Mantan Presiden dari Partai Republik itu menambahkan bahwa ia mendukung kesuksesan Biden untuk memimpin AS 4 tahun ke depan.

"Keberhasilan Anda adalah kesuksesan negara kami. Tuhan memberkati Anda," tuturnya.

Sementara itu, Obama, seorang Demokrat, menyatakan bahwa negara harus "tidak hanya mendengarkan orang yang kami setujui, tetapi juga mendengarkan orang yang tidak kami setujui."

"Salah satu kenangan terindah saya tentang pelantikan, adalah rahmat dan kemurahan hati yang ditunjukkan Presiden Bush kepada saya, dan Laura Bush menunjukkan Michelle," ungkapnya.

Obama menandaskan "bahwa kita dapat memiliki perselisihan yang sengit namun mengakui kesamaan kemanusiaan satu sama lain dan bahwa, sebagai orang Amerika, kita memiliki lebih banyak kesamaan daripada apa yang memisahkan kita."

Bill Clinton, di sisi lain, mengatakan AS "siap untuk berbaris" dengan Biden dan menyebutnya sebagai "waktu yang menyenangkan" bagi Amerika meskipun ada tantangan langsung yang sekarang dihadapi pemerintahan Biden.

"Saya senang Anda berada di sana. Dan saya berharap Anda baik-baik saja," kata Clinton yang menjabat sebagai presiden selama dua periode, sejak tahun 1993-2001, dengan Hillary Clinton, istrinya adalah pesaing ketat Trump di Pilpres 2016.

Pesan penghormatan yang disampaikan ketiga mantan presiden kontras dengan apa yang ditunjukkan Trump jelang pelantikan Biden.

Rabu pagi, Trump meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya, dan berangkat menuju Florida, demikian laporan CNN.

Biden mengatakan Rabu pagi bahwa Trump meninggalkannya "surat yang sangat murah hati" tetapi ia belum mengungkapkan isi surat tersebut.

Dalam pidato perpisahannya pada hari Rabu, Trump tidak menyebut nama Biden, tetapi mengatakan dia berharap "pemerintahan baru beruntung dan sukses besar."

Pengakuan Trump itu muncul setelah dua bulan terakhir ia menolak hasil Pemilu dan mengklaim Demokrat telah mencuri suaranya.

Pada acara sertifikasi kemenangan Biden 6 Januari lalu, Trump menghasut pendukungnya untuk menyerang Gedung Capitol, tempat Kongres melangsungkan sesi debat sertifikasi.

Lima orang tewas dalam insiden memalukan itu, dengan puluhan lainnya luka-luka. Anggota Kongres terpaksa dievakuasi petugas keamanan dan Wakil Presiden Mike Pence disembunyikan di sebuah ruangan yang amat rahasia.

Petugas menyembunyikan Pence lantaran penolakannya untuk menggagalkan sertifikasi Biden, meski terus didesak Trump.

Atas perbuatannya, Trump pun dimakzulkan oleh DPR dengan dukungan penuh dari Senat.

Ini merupakan pemakzulan kedua kalinya presiden populis itu. Pemakzulan pertama terjadi pada 2019.

Para pengamat menduga, tindakan Trump yang meninggalkan Gedung Putih tanpa mau berpamitan secara damai dengan Biden merupakan strategi politiknya untuk meninggalkan jejak di hati para pendukungnya, sehingga ia bisa kembali lagi pada Pemilu 2024 mendatang.*

Tag:

comments