Tiga Mantan Presiden AS Hadiri Pelantikan Biden, Trump Menghilang
search

Tiga Mantan Presiden AS Hadiri Pelantikan Biden, Trump Menghilang

Zona Barat
Presiden Donald Trump dan Joe Biden, presiden AS terpilih. Foto: AP/Aljazeera.

Politeia.id -- Tiga mantan presiden Amerika Serikat dilaporkan menghadiri upacara pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden pada Rabu (20/1) malam. Sementara itu, Donald Trump telah bersumpah tidak akan menghadiri upacara pelantikan Biden.

"Kepada semua yang sudah bertanya, saya tidak akan menghadiri pelantikan (Biden) pada 20 Januari," ujar Trump melalui akun Twitter-nya pada 8 Januari 2021, sebelum akunnya diblokir Twitter.

Akun Twitter Trump diblokir secara permanen setelah pecah pemberontakan pada 6 Januari di Gedung Capitol, Washington DC.

Trump dianggap telah menghasut sejumlah pendukungnya melalui kicauan di Twitter, bahwa kemenangan Biden di Pilpres 2020 merupakan palsu dan angka elektoralnya telah dicuri.

Berulangkali Trump melayangkan pengaduan ke pengadilan di sejumlah negara bagian, dengan harapan memenuhi tuntutannya. Namun, pengadilan secara terbuka menolaknya.

Dengan keputusannya tersebut, Trump siap untuk menjadi presiden AS pertama dalam sejarah politik modern yang tidak muncul untuk upacara pelantikan penggantinya.

Hanya tiga mantan presiden lain yang menolak menghadiri pelantikan penerus Gedung Putih mereka: John Adams pada 1801, John Quincy Adams pada 1829 dan Andrew Johnson pada 1869.

Mantan Presiden Richard Nixon, yang mengundurkan diri pada 1974 di bawah ancaman pemakzulan, tidak hadir ketika Presiden Gerald Ford kemudian dilantik di Gedung Putih.

Mantan Presiden Jimmy Carter, yang kini berusia 96 tahun dan menjadi presiden tertua yang masih hidup, dilaporkan juga tidak menghadiri pelantikan Biden nanti malam.

Meskipun Trump tidak hadir, Wakil Presiden Mike Pence diperkirakan akan menghadiri upacara pelantikan Biden dan Kamala Harris.

"Wakil presiden dipersilakan untuk datang, (saya akan) merasa terhormat memiliki dia di sana dan bergerak maju dalam transisi," kata Biden dalam sebuah keterangan.

Pence sendiri tidak muncul di acara perpisahan Trump di Pangkalan Andrews sebelum ia menghilang dari Gedung Putih dan berangkat ke Florida pada Rabu pagi, kata seorang pejabat senior kepada CBS News, Selasa (19/1).

Sementara itu, para pendahulu Trump, antara lain mantan Presiden Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama diperkirakan akan menghadiri pelantikan Biden pada Rabu malam.

Biden sebelumnya mengatakan bahwa meskipun secara pribadi tidak peduli apakah Trump menghadiri pelantikannya, Trump harus muncul demi bangsa dan citranya di panggung dunia.

Kehadiran Trump "penting dalam arti bahwa kita dapat menunjukkan, di akhir kekacauan yang dia ciptakan ini, bahwa ada transfer kekuasaan secara damai - dengan pihak-pihak yang bersaing berdiri di sana, berjabat tangan dan melanjutkan perjalanan," kata Biden kepada CNN dalam sebuah wawancara bulan lalu.

"Protokol pengalihan kekuasaan, menurut saya, penting," kata Biden. "Tapi itu sepenuhnya keputusannya, dan itu bukan konsekuensi pribadi bagiku. Tapi menurutku itu untuk negara."

Trump sebelumnya memang telah mengakui kemenangan Biden di bawah ancaman yang semakin meningkat untuk menggulingkannya sebelum mengakhiri jabatan.

Trump juga mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh, dan meminta mereka tidak melakukan kekerasan dan vandalisme selama momentum pelantikan pesaingnya.

Menurut laproan CNN, Biden diketahui akan diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts, dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan disumpah oleh Hakim Sonia Sotomayor.

Sejumlah tamu selebriti juga hadir pada peresmian tersebut, termasuk Lady Gaga, Jennifer Lopez, Bruce Springsteen dan Garth Brooks. Tom Hanks akan tampil sebagai pembawa acara spesial.

Di tengah kemeriahan itu, pelantikan Biden tidak seperti presiden sebelumnya. Lonjakan kasus Covid-19 di Washington memicu kekhawatiran penularan sehingga pemerintah setempat mengurangi jumlah peserta.

Meskipun jumlah hadirin sedikit, akan ada pengamanan ketat pada pelantikan menyusul kekacauan Capitol 6 Januari lalu.

Lebih dari 25.000 pasukan Garda Nasional diterjunkan untuk mengamankan acara pelantikan presiden yang berambisi membawa rakyat Amerika ke jalur demokrasi yang benar dan adil.*

Tag:

comments