Jelang Pelantikan, Biden Kenang 400 Ribu Korban Covid-19 di Monumen Lincoln
search

Jelang Pelantikan, Biden Kenang 400 Ribu Korban Covid-19 di Monumen Lincoln

Zona Barat
Presiden dan Wapres AS terpilih Joe Biden dan Kamala Harris menghormati kematian 400 ribu warga AS akibat Covid-19 di depan Lincoln Memorial Reflecting Pool, Selasa (19/1) malam. Foto: Joe Biden/Twitter.

Politeia.id -- Suasana muram dan haru membayangi Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden jelang pelantikannya pada Rabu (20/1) malam.

Bersama istri, Jill Biden, dan Wakil Presiden Kamala Harris beserta suaminya, Doug Emhoff, Biden berdiri di hadapan Lincoln Memorial Reflecting Pool, menyampaikan penghormatan pertamanya sebagai presiden terpilih kepada 400 ribu korban yang meninggal karena virus corona di AS.

Sambil mendengarkan lagu "Hallelujah" yang dilantunkan penyanyi Injil Yolanda Adams, Biden mengisyaratkan bahwa menghormati kesedihan dan korban yang mengerikan tahun lalu akan menjadi inti pemerintahannya.

Pada Selasa (19/1) malam itu, ada 400 lampu yang ditempatkan di sisi kolam, untuk menandai penghormatan kepada 400 ribu korban.

"Malam ini, di Washington, D.C. dan di seluruh negeri, kami berkumpul untuk menghormati lebih dari 400.000 orang Amerika yang telah meninggal karena Covid-19. Setahun terakhir telah menguji kita dengan cara yang tak terbayangkan, tapi sekarang saatnya kita mulai menyembuhkan dan mengatasi bersama," ujar Biden melalui Twitter-nya seperti terlihat pada Rabu (20/1).

Tahun lalu, sekitar 400 ribu orang kehilangan nyawa karena Covid-19. Bagi Biden, bukan hanya banyak korban yang meninggal sendirian, tetapi juga rasa sakitnya karena kerugian ditutup-tutupi oleh Presiden Donald Trump yang memilih untuk meminimalkan dan menyangkalnya.

Situs Worldometers mencatat, sebanyak 24, 8 juta kasus positif Covid-19 terjadi di negara demokrasi terbesar itu, dengan 9,6 juta pasien aktif sedang dirawat di berbagai rumah sakit di negara bagian.

Amerika memuncaki tangga penularan Covid-19 global, dengan India di bawahnya dengan 10,5 juta kasus tercatat sejak tahun lalu.

Biden mengatakan bahwa ia berbagi kesedihan mereka, dengan pengalamannya sendiri yang diperdalam oleh kehilangan istri dan anak perempuan pertamanya dalam kecelakaan mobil saat masih muda dan kehilangan putranya Beau karena kanker pada tahun 2015 di usia 46 tahun.

"Kadang-kadang sulit untuk mengingat, tapi begitulah cara kita menyembuhkan. Penting untuk melakukan itu sebagai sebuah bangsa," kata Biden dalam sambutan singkatnya sebelum 400 lampu dinyalakan di sepanjang tepi Monumen Lincoln, demikian laporan CNN, Rabu (20/1).

Setelah Biden berbicara, Kardinal Wilton Gregory, Uskup Agung Washington, menyampaikan doa dan penyanyi Yolanda Adams membawakan "Haleluya".

Sementara itu, Harris berbicara singkat di peringatan tersebut, mencatat bahwa ia dan Biden akan memulai upaya bersama untuk rakyat AS.

"Meskipun kita mungkin terpisah secara fisik, kita, rakyat Amerika, bersatu dalam semangat dan harapan tetap saya, doa saya yang teguh, adalah agar kita keluar dari cobaan ini dengan kebijaksanaan baru: untuk menghargai momen-momen sederhana, membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru dan untuk buka hati kita sedikit lagi satu sama lain," kata Harris.

Biden diketahui meninggalkan kota asalnya, Delaware pada Selasa dan memulai hari pertamanya di Washington DC dengan menyambangi tempat terpenting di kota itu untuk mengenang para pahlawan Amerika.

"Saya akan selalu menjadi putra kebanggaan negara bagian Delaware," kata Biden di markas besar Garda Nasional Delaware di New Castle County, dengan air mata haru meninggalkan kota yang telah membesarkannya.

Dengan penuh emosi, Biden mengatakan akan tetap mengenang kotanya, dengan semua kenangan bersama keluarga dan anak-anaknya.

Pada tahun 2009, Biden melakukan perjalanan ke Washington bersama Barack Obama, yang menjadi presiden kulit hitam pertama di negara itu.

Kali ini, dia akan kembali ke Washington, untuk bertemu dengan seorang wanita kulit hitam keturunan Asia Selatan, untuk dilantik sebagai Presiden dan wakil presiden Amerika Serikat.

Biden menandaskan bahwa perjuangan berkelanjutan bangsa untuk kesetaraan dan keadilan rasial telah menariknya untuk masju dalam bursa pemilihan presiden 2020.

Upacara pelantikan dijadwalkan berlangsung di sisi barat depan Gedung Capitol pada pukul 23.30 WIB atau pukul 11.30 waktu setempat.

Panitia pelantikan Biden mengatakan pada 4 Januari bahwa akan ada parade virtual yang disiarkan televisi yang menampilkan pertunjukan dari orang-orang di seluruh negeri.

Pelantikan akan dimeriahkan oleh penampilan artis papan atas AS Lady Gaga, Justin Timberlake, Jennifer Lopez, Jon Bon Jovi,  Foo Fighters, Bruce Springsteen, John Legend, Jon Bon Jovi, dan sejumlah artis lainnya.

Lady Gaga disebutkan akan menyanyikan lagu kebangsaan "The Star-Spangled Banner", sedangkan J.Lo juga akan bernyanyi atau menampilkan semacam penampilan musik.

Namun, upacara pelantikan Biden dan Harris akan berlangsung tidak seperti pelantikan presiden lainnya sepanjang sejarah AS.

Hal itu lantaran ancaman keamanan yang makin meningkat menjelang pelantikan pasca serangan pendukung Presiden Donald Trump ke Gedung Capitol 6 Januari 2021 lalu.*

Tag:

comments