Airlangga Hartarto Isi Slot Menteri Jokowi yang Terpapar Covid-19
search

Airlangga Hartarto Isi Slot Menteri Jokowi yang Terpapar Covid-19

Zona Barat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Antara.

Politeia.id -- Diam-diam Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ternyata terkonfirmasi positif virus corona. Airlangga pun mengisi slot menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo yang terpapar Covid-19.

Sebelum Airlangga, sudah ada empat menteri Jokowi, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mantan Menteri Agama Fachrul Razi dan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Informasi Airlangga terpapar Covid-19 disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) Muhadjir Effendy dalam acara bertajuk "Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen" yang diadakan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Senin (18/1).

Muhadjir mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sudah terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu dan kini sudah sembuh. Airlangga turut datang ke acara PMI untuk mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu pasien positif Covid-19 lainnya.

Perlu diketahui bahwa pendonor yang bisa menyumbangkan plasma konvalesen hanyalah para penyintas Covid-19 dan merupakan laki-laki dewasa. Selain itu, terutama ibu hamil dan menyusui dilarang donor plasma konvalesen.

"Ya, betul (Airlangga pernah kena Covid-19) dan termasuk berat. Beliau sembuh juga berkat terapi plasma," ungkap Muhadjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menandaskan bahwa meski tidak diumumkan ke publik, pelacakan kontak kepada orang-orang yang pernah berkomunikasi langsung dengan Airlangga telah dilakukan secara terukur.

"Untuk kondisi sekarang, pergerakan beliau kan tidak terlalu luas jadi individu tracing-nya juga tidak banyak," tuturnya.

Namun, Muhadjir tidak mengetahui persis kapan Airlangga terpapar Covid-19. Demikian pun pihak istana tak mengetahui kabar terkonfirmasi positif Covid-19 Airlangga.

Menurut informasi dari seorang petinggi Golkar, Airlangga sempat dirawat di RSPAD Jakarta, sekitar sembilan hari. Namun, hingga kini Airlangga masih enggan berbicara secara terbuka kapan ia tertular Covid-19.

Di tengah tuntutan publik mengenai keterbukannya sebagai pejabat publik, Airlangga akhirnya buka suara meski dengan sedikit informasi yang masih ditutupi.

Kepada media, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu mengatakan bahwa pernah terpapar Covid-19 sekitar November 2020 lalu.

Hal itu merujuk pada interval waktu minimum bagi seorang penyintas Covid-19 untuk bisa mendonorkan plasma konvalesennya.

"Plasma konvalesen diberikan oleh donor yang penyitas Covid maksimal 3 bulan setelah sembuh," kata Airlangga, Selasa (19/1).*

Tag:
comments