Paus Fransiskus Doakan Korban Gempa Sulawesi Barat dan Kecelakaan Sriwijaya Air
search

Paus Fransiskus Doakan Korban Gempa Sulawesi Barat dan Kecelakaan Sriwijaya Air

Zona Barat
Paus Fransiskus. Foto: Vatican News

Politeia.id -- Pemimpin Katolik Roma universal, Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk mendoakan korban gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat dan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Melalui akun Twitter Kepausan, @Pontifex, Paus Fransiskus mendoakan para korban untuk mendapat bantuan.

"Mari kita berdoa bersama untuk saudara-saudara kita di Sulawesi, di Indonesia yang terkena gempa bumi yang kuat. Semoga Tuhan menghibur dan mendukung upaya semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan. Mari kita juga mendoakan para korban kecelakaan pesawat di Indonesia," kata Paus Pransiskus di akun Twitternya, sebagaimana dikutip Politeia.id, Minggu (17/1).

Mengutip Vatican News, Paus Fransiskus mengaku sedih mengetahui kematian tragis dan kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dahsyat yang melanda Sulawesi Barat.

Dalam telegram yang dikirim atas namanya oleh Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin, Paus mengungkapkan “solidaritas yang tulus dengan semua yang terkena dampak bencana alam ini dan mengatakan bahwa dia berdoa untuk ketenangan almarhum, penyembuhan yang terluka dan penghiburan dari semua yang berduka. ”

Paus selanjutnya meyakinkan duta besar apostolik di Indonesia dan otoritas lokal atas doa dan dorongannya kepada semua yang terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, pada Jumat (15/1) dini hari terjadi gempa dengan magnitudo 6,2 di wilayah Kabupaten Majene, Mamuju, Sulawesi Barat, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum, dan bangunan pemerintah maupun milik warga.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia akibat gempa bumi Sulawesi Barat, berdasar hasil pendataan hingga Minggu (17/1) pukul 14.00 WIB total sebanyak 73 orang.

Jumlah korban tewas itu menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Raditya Jati, berasal dari dua kabupaten yakni Mamuju dan Majene.

"Baru saja kita mendapat terakhir. Jadi tolong dicatat ulang untuk korban meninggal dunia di gempa bumi 6,2 magnitudo yang terjadi 15 Januari lalu, di Kabupaten Majene 9 orang, kemudian Kabupaten Mamuju meninggal dunia 64 orang," ujar Raditya Jati, Minggu (17/1).

Menurutnya, sebagai bagian upaya penanganan gempa, petugas BNPB untuk sementara bakal berkantor di Mamuju, Sulawesi Barat. Langkah ini ditempuh agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan resmi langsung dari pemerintah.

Selain itu, BNPB menempatkan 3 helikopter di lapangan untuk membantu distribusi logistik dan peralatan yang dibutuhkan. Raditya pun memastikan kebutuhan air bersih, makanan hingga pakaian akan tercukupi dan memadai hingga sepuluh hari ke depan.

Di sisi lain, Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (MAR) Rasman M.S mengatakan misi pertolongan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hari kedelapan akan difokuskan kepada pencarian jenazah korban serta rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dan serpihan pesawat.

Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Tag:
comments