Pengamat Sebut Tiga Kelompok yang Bakal Tetap Tolak Sigit Prabowo Jadi Kapolri
search

Pengamat Sebut Tiga Kelompok yang Bakal Tetap Tolak Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Zona Barat
Calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Antara.

Politeia.id -- Latar belakang agama sebagai non-Muslim telah membuat penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Idham Aziz menimbulkan polemik.

Adapun Presiden Joko Widodo telah menunjuk Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri pada 13 Januari melalui Surat Presiden bernomor: R-02/Pres/01/2021.

Surpres tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Ketua DPR Puan Maharani di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu kemarin.

Di tengah kasat-kusut mengenai identitas non-Muslim Sigit Prabowo untuk memimpin Korps Bayangkara di negara Islam terbesar dunia, pengamat pun angkat bicara.

Menurut pakar intelijen Ridlwan Habib, ada tiga kelompok yang akan menolak Sigit Prabowo. Ketiga kelompok tersebut, kata dia, tidak berasal dari satu kelompok agama atau etnis tertentu.

"Ciri kelompok penolak itu ada tiga, terlihat dari karakter tokoh maupun aksi mereka," tutur Ridlwan Habib di Jakarta, Sabtu (16/1), mengutip Antara.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu mengatakan bahwa kelompok pertama yang bakal menolak penujukan Sigit Prabowo adalah mereka yang takut dengan rekam jejak bersih Sigit Prabowo.

Ia menandaskan, kelompok pertama ini khawatir jika terpilih maka Sigit Prabowo akan tegas melakukan penegakan hukum dan bertindak tanpa kompromi.

Ia menduga, kelompok ini memiliki kekuatan sumber daya ekonomi dan politik, sehingga bisa menggerakkan massa untuk berdemonstrasi.

"Kelompok pertama ini diduga menggerakkan demonstran bayaran untuk memengaruhi opini masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, kelompok kedua adalah mereka yang berasal dari kaum intoleran. Kelompok ini, kata Ridlwan, akan memainkan isu SARA.

"Padahal, walaupun agama Pak Sigit Kristen, beliau sangat dekat dengan tokoh-tokoh Islam maupun agama lainnya," ungkapnya.

Cara kerja kelompok kedua tidak dengan demonstrasi untuk mempengaruhi opini publik, tapi dengan memakai akun anonim di media sosial, seperti Twitter maupun Facebook.

Namun kelemahan cara kerja tersebut adalah bahwa akun mereka bisa terlacak oleh CCIC Mabes Polri.

Selanjutnya, untuk kelompok ketiga, kata Ridlwan,
adalah kelompok terorisme yang selama ini berfatwa bahwa polisi halal dibunuh.

"Kelompok ketiga ini terdiri atas JI, JAD, dan faksi-faksi pro-ISIS, seperti MIT. Mereka menghalalkan darah polisi karena dianggap thaghut," jelasnya.

Ridlwan pun menilai bahwa kelompok yang paling berbahaya yakni kelompok ketiga, pasalnya tersebar di seluruh negeri dan menyasar markas kepolisian maupun petugas di lapangan.

Meski terjadi penolakan, ia meyakini bahwa Sigit Prabowo bakal lolos uji kelayakan dan kepatutuan (fit and proper test) serta ujian lain yang diberikan Komisi III DPR pekan depan.

Dengan demikian, Sigit Prabowo akan memimpin Polri untuk waktu yang cukup lama dengan usianya yang kini baru 51 tahun.

Adapun, Jenderal Idham Azis akan pensiun awal bulan depan karena usianya kini sudah 58 tahun, batas usia maksimum jabatan seorang Kapolri.

Sigit Prabowo yang akan menggantikan Idham Azis bukanlah Kapolri pertama beragama non-Muslim.

Sebelumnya, ada Jenderal Widodo Budidarmo. Bedanya, Budidarmo beragama Kristen Protestan, sedangkan Sigit beragama Katolik.*

Tag:
comments