Pelantikan Presiden AS Joe Biden Terancam Masalah Keamanan
search

Pelantikan Presiden AS Joe Biden Terancam Masalah Keamanan

Zona Barat
Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto: Dailymail.

Politeia.id -- Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden dan Kamala Harris terancam masalah keamanan, demikian laporan Dailymail, pada Jumat (15/1). Biden dan Kamala dijadwalkan akan dilantik pada 20 Januari, pekan depan.

Menjelang pelantikan, jadwal simulasi pelantikan Biden pun tertunda karena alasan keamanan. Dari semula dijadwalkan pada Minggu (17/1), akhirnya diundur ke Senin (18/1).

Tim Biden juga dilaporkan telah membatalkan perjalanan Amtrak dari Wilmington ke Washington yang direncanakan pada Senin karena meningkatnya masalah keamanan.

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray mengatakan bahwa FBI sedang mencari individu yang mungkin dapat mengancam keselamatan pelantikan Biden-Harris.

Biden sendiri meminta calon wakil jaksa agung dan mantan penasihat kontra-terorisme Presiden Barack Obama, Lisa Monaco, untuk bekerja sebagai penasihat keamanan dalam negeri sementara menjelang pelantikan minggu depan.

Para pejabat tinggi AS selama ini telah memperingatkan tentang rencana protes bersenjata di Washington dan di 50 negara bagian tentang potensi kekerasan.

Peringatan itu menyusul serangan minggu lalu di Gedung Capitol AS oleh ratusan pendukung Presiden Donald Trump yang menewaskan lima orang dan merusak bangunan inti itu.

Pendukung Trump menyerbu Capitol Rabu lalu dalam upaya menggagalkan proses sertifikasi oleh Kongres atas kemenangan Biden dan Harris di Pilpres November.

Trump, yang telah menantang validitas kemenangan Biden tanpa memberikan bukti, awalnya memuji para pendukungnya tetapi kemudian mengutuk aksi kekerasan tersebut.

Wakil Presiden Mike Pence pada Kamis (14/1) telah berjanji untuk memastikan pelantikan Biden-Harris berjalan aman.

"Seperti yang dijelaskan presiden (Trump) kemarin, kami berkomitmen untuk transisi yang tertib dan pelantikan yang aman. Rakyat AS berhak mendapatkan apa pun," kata Pence, melansir Reuters.

"Dia (Trump) mengatakan Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari dengan cara yang konsisten dengan sejarah dan tradisi kita, dan dengan cara yang memberikan penghormatan kepada rakyat Amerika," ujar Pence.*

Tag:

comments