Divaksinasi Pertama Kali, Jokowi: Ini Ikhtiar Besar Perangi Covid-19
search

Divaksinasi Pertama Kali, Jokowi: Ini Ikhtiar Besar Perangi Covid-19

Zona Barat
Presiden Joko Widodo menerima vaksin Covid-19. Foto: Joko Widodo/Twitter.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi virus corona pada Rabu (13/1) pagi. Jokowi berharap vaksinasi massal menjadi ikhtiar besar untuk memerangi pandemi secara menyeluruh.

"Pukul 9.42 WIB ini, saya memulai ikhtiar besar untuk terbebas dari pandemi dengan menerima vaksin Covid-19," ujar Jokowi seperti terlihat di akun Twitter-nya.

Dari tayangan live streaming Youtube Sekretariat Presiden, terlihat Kepala Negara menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum menerima vaksin.

Ada beberapa klarifikasi data yang perlu diketahui tim medis kepresidenan, antara lain tekanan darah, gejala demam atau pilek, hingga terpapar-tidaknya Covid-19.

"Saya ditanya: pernah terkonfirmasi positif Covid-19, pernah batuk atau pilek, mengidap penyakit jantung, atau penyakit lain seperti ginjal? Dll. Semua saya jawab tidak," papar Jokowi.

Presiden "wong cilik" menekankan bahwa vaksinasi massal yang dimulai hari ini merupakan momentum yang paling dinantikan masyarakat Indonesia guna melawan infeksi virus.

"Vaksin Covid-19 inilah yang lama kita tunggu, dan baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan," katanya.

Vaksinasi akan dilakukan selama 15 bulan ke depan dalam dua tahapan. Pertama diberikan sepanjang Januari-April 2021, sedangkan tahap kedua mulai Mei 2021-Maret 2022.

Jokowi berharap vaksinasi gratis yang diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia ini berjalan lancar tanpa kendala.

"Saya berharap vaksinasi Covid-19 yang tahapannya dimulai hari ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Untuk meyakinkan publik, Jokowi memastikan bahwa vaksin Sinovac buatan China tersebut aman.

Selama proses penyuntikan vaksin, ia mengatakan tidak merasakan kesakitan atau gejala apapun.

"Tidak terasa sama sekali," tutur Jokowi.

Adapun vaksinasi perdana akan diberikan selama tiga hari, mulai 13-15 Januari 2021.

Hari ini, selain Jokowi, vaksinasi diberikan kepada sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Mereka adalah Ketua IDI dr. Daeng M. Faqih, Sekjen MUI sekaligus perwakilan Muhammadiyah, Dr. H. Amiesyah Tambunan, perwakilan NU, Kiai Ishom, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, hingga Rafi Ahmad sebagai perwakilan anak muda.

Besok, vaksin diberikan kepada kelompok 2, antara lain Budi G. Sadikin (Menkes), Prof Dr Unifah Risyidi (PGRI), Ronal Tapilatu (PGI), Agustinus Heri (KWI), I Nyoman Suarthanu (PHDI), Partono Bhikkhu N. M (Permabudhi), Peter Lesmana (Matakin).

Pada hari terakhir, vaksinasi diberikan kepada Penny Kusumastuti Lukito (Kepala BPOM), Rosan Perkasa (Perewakilan Pengusaha), Ade Zubaedah, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia, Nur Fauzah (Perawat), Lusy Noviani (Apoteker), Agustini Setiyorini (Buruh), Narti (Pedagang).*

Selanjutnya, vaksinasi mulai diberikan kepada tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah dan terakhir kepada seluruh masyarakat normal yang berusia di atas 18 tahun.*

Tag:

comments