Calon Kapolri Pengganti Idham Azis: Faktor Politis vs Prestasi
search

Calon Kapolri Pengganti Idham Azis: Faktor Politis vs Prestasi

Zona Barat
Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Foto: Supra Studio

Politeia.id -- Lima jenderal bintang tiga calon Kapolri telah disodorkan Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) kepada Presiden Joko Widodo sejak Kamis (7/1).

Selanjutnya, Jokowi akan memilih nama calon Kapolri untuk diserahkan ke DPR. Adapun calin pilihan Jokowi ini bisa tunggal atau lebih dari satu.

Melalui ciutan Twitter, Ketua Kompolnas Mahfud MD membeberkan kelima jenderal pengganti Jenderal Idham Azis yang pensiun pada 1 Februari 2021. Mereka ialah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar; Kepala Bareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kemudian, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol, Arief Sulistyanto; dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

"Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang," kata Mahfud.

Selanjutnya, Jokowi akan memilih nama calon Kapolri untuk diserahkan ke DPR. Adapun calin pilihan Jokowi ini bisa tunggal atau lebih dari satu.

Kedekatan vs prestasi

Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie mengatakan dari kelima ini, ada tiga orang yang punya kans besar untuk menjadi Kapolri. Jerry memprediksi dari faktor kedekatan politis, karakter dan prestasi.

“Wakapolri saat ini Komjen Gatot Edy Pramono, punya peluang 50 persen, sedangkan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo peluangnya 30 persen serta Kabaharkam Komjen Agus Adrianto peluangnya 20 persen,” ujar Jerry kepada Politeia.id beberapa waktu lalu.

Dari faktor kedekatan politis, Jerry memprediksi pilihan Jokowi jatuh pada Kabareskrim Komjen Sigit Prabowo. "Sigit pernah menjadi ajudan Jokowi, otomatis hubungan emosional lebih kuat,” kata Jerry.

Selain Sigit, pilihan karena faktor kedekatan politis juga bisa jatuh kepada Boy Rafli Amar. Sosok satu ini dinilainya cukup melejit.

"Beliau dekat dengan PDIP yakni Megawati," kata Jerry.

Dari segi karakter, peluang bisa diraih Kabaharkam Komjen Agus Andrianto. Mantan Kapolda Sumatera Utara ini menurutnya terkenal disiplin, tegas, dan anti korupsi.

“Kalau sesuai urutan angkatan maka Agus Andrinto lebih berpeluang ketimbang yang lain, lantaran beliau Akpol 89. Saat ini pqk Idham Akpol 88,” jelas Jerry.

Adapun Komjen Gatot yang menurut Jerry segi intelektualnya tak diragukan duduk sebagai wakapolri punya catatan yang mumpuni.

"Doktor jebolan UI ini cukup all around. serta sudah paham manajerial di Polri. Karirnya memang cukup bersinar semasa menjabat Kapolda Metro Jaya."

Sekretaris Dewan Nasional Setara Intitute Romo Benny Susetyo mengharapkan calon Kapolri ke depan harus mampu membangun suatu peradaban. Oleh karena itu, sosok calon Kapolri harus profesional dan kredibel.

“Kredibel dalam arti berintegritas, jujur, berwibawa dan memiliki skill,” kata Romo Benny Susetyo di Jakarta, Senin (10/1).

Romo Benny juga menekankan calon Kapolri ke depan harus mampu membaca realitas tantangan seperti ancaman ideologi dan teroris internasional. Selain itu, calon Kapolri juga harus memiliki wawasan dan menguasai teknologi.

Menurut Romo Benny, kejahatan terbesar ke depan itu tidak lagi tradisional, tetapi melalui teknologi dan informasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap teknologi sangat penting.

Untuk itu, Kapolri harus mengonsolidasikan kemampuan-kemampuan itu. “Dia harus smart, kedua harus mampu membaca realitas, ketiga dia harus menerjemahkan dalam arti mampu menjaga keseimbangan atas dasar hak asasi manusia,” ucap Romo Benny.

“Jadi ke depan itu, sosok Kapolri itu kombinasi antara sosok yang jujur tetapi diimbangi dengan penguasaan teknologi.”

Tag:
comments