DPR AS Desak Pemakzulan Trump Sebelum Pelantikan Biden
search

DPR AS Desak Pemakzulan Trump Sebelum Pelantikan Biden

Zona Barat
Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Foto: Reuters.

Politeia.id -- Sejumlah pimpinan tinggi di Amerika Serikat belum menyelesaikan rencana mereka terkait kemungkinan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump menyusul kericuhan yang terjadi di Gedung Capitol pekan lalu.

Ketua DPR Nancy Pelosi bahkan telah mengadakan panggilan ke parlemen karena Ketua Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer telah mendukung upayanya untuk memakzulkan Trump sebelum pergantian estafet kepemimpinan ke presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Dalam sebuah pernyataan pers, Schumer pernah mengatakan dia dan Pelosi sudah mencoba menghubungi Wakil Presiden Mike Pence untuk mengajukan Amandemen Konstitusi ke-25 untuk melengserkan Trump dari jabatannya.

Schumer menegaskan, jika Pence dan Kabinet tidak mencopot presiden, Kongres akan berembuk untuk memakzulkan Trump "segera". Namun sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari Pence terkait desakan itu.

Seperti diberitakan CNN, dalam surat kepada rekannya yang dikirim Sabtu (9/1) malam, Pelosi menegaskan tindakan tegas akan dilakukan terhadap presiden populis Trump.

"Ketika kami mengambil sumpah jabatan, kami berjanji kepada rakyat AS keseriusan kami dalam melindungi demokrasi kami," tulis Pelosi.

"Untuk itu, sangat penting bagi mereka yang melakukan penyerangan terhadap demokrasi kita untuk dimintai pertanggungjawaban. Harus ada pengakuan bahwa penodaan ini dipicu oleh Presiden (Trump)," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pelosi menandaskan bahwa anggota parlemen dan Senat harus bersiap untuk kembali ke Washington minggu ini untuk mengambil sebuah tindakan tertentu terkait hasutan Trump ke pendukungnya yang menyebabkan sesi debat Kongres AS terkait sertifikasi Biden pada Januari lalu sempat terhenti karena massa Trump menduduki Gedung Capitol dan mengobrak-abrik ruangan pertemuan.

Awal pekan ini, Pelosi berencana memperkenalkan resolusi pemakzulan Trump yang dirancang oleh David Cicilline, Jamie Raskin dan Ted Lieu. Rencana tersebut sudah memiliki dukungan dari hampir 190 sponsor.

"Saya bergabung dengan pemimpin Demokrat di Senat untuk menyerukan Wakil Presiden (Mike Pence) mencopot Presiden lewat pengajuan Amandemen ke-25," ujar Pelosi, Jumat (8/1).

"Jika Wakil Presiden dan Kabinet tidak bertindak, Kongres AS kemungkinan akan bersiap menggelar proses pemakzulan atas desakan saya dan rakyat Amerika," tambahnya.

Adapun pengajuan Amandemen Konsitusi AS ke-25 membutuhkan persetujuan Wakil Presiden dan mayoritas suara Kabinet untuk mencopot Trump dari jabatannya atas alasan ketidakmampuan untuk "melepaskan kekuasaan dan melaksanakan tugas kepresidenan".

Amandemen yang ditetapkan tahun 1967 itu berisi tentang pergantian Presiden dan menetapkan prosedur untuk mengisi jabatan Wakil Presiden yang kosong dan untuk menghadapi situasi ketika Presiden tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.

Sementara itu, pimpinan Senat Mitch McConnell menjelaskan dalam sebuah memo yang beredar minggu lalu bahwa meskipun DPR dalam beberapa hari mendatang akan memakzulkan Trump, Senat tidak akan kembali ke sesi tersebut sebelum 19 Januari, sehari jelang pelantikan Biden.

Pelosi pun menganggap bahwa Senat tidak mampu melakukan tindakan apapun seperti yang terlihat selama persidangan pemakzulan Trump yang pertama, Desember tahun lalu.

Kala itu, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden populis sayap kanan itu. Namun, pada 2020, Senat AS meloloskan Trump dari tuduhan pemakzulan.

Langkah pemakzulan diambil setelah Trump dianggap melanggar konstitusi karena mencari bantuan dari Ukraina untuk menghalangi saingannya dari Partai Demokrat, Biden.

"Tindakan Presiden Trump mengungkap fakta yang tidak terhormat tentang pengkhianatan presiden atas sumpah jabatannya dan terhadap keamanan nasional serta integritas pemilu kita," ujar Pelosi.*

Tag:

comments