Distribusikan Vaksin Covid-19 ke 34 Provinsi, Bio Farma Pastikan Tak Ada Kendala
search

Distribusikan Vaksin Covid-19 ke 34 Provinsi, Bio Farma Pastikan Tak Ada Kendala

Zona Barat
Profesor Gustavo Romero, selaku koordinator riset vaksin Covid-19 di Brasil, menunjukkan vaksin Sinovac dalam uji klinis fase 3 di Rumah Sakit Universitas Brasilia, Brasil, 5 Agustus 2020. Foto: BBC.

Politeia.id -- PT Bio Farma mulai mendistribusikan vaksin Sinovac untuk memerangi pandemi virus corona ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pendistribusian vaksin melibatkan banyak pihak dan memastikan tak ada kendala selama proses distribusi.

"Karena distribusi vaksin ini bukan program pertama kali. Banyak sekali program vaksin lain yang berjalan selama ini. Distribusinya melibatkan seluruh pihak," ujar juru bicara vaksin Covid-19 PT Bio Farma Bambang Heriyanto dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Kementrian Kesehatan, Minggu (3/1).

Ia mengklaim bahwa selama program vaksinasi sebelumnya, semuanya berjalan dengan baik. Karena itu, pihaknya amat yakin pendistribusian vaksin Covid-19 kali ini juga akan berjalan sukses.

Bambang menerangkan, dalam proses distribusi vaksin yang dimulai awal pekan ini, pihaknya juga telah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di daerah untuk menyimpan vaksin.

Tidak hanya rumah sakit, PT Bio Farma dalam kerjasama dengan Kemenkes memastikan kesiapan unit pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu sebagai tempat penyimpanan.

"Tentu ini sudah kita siapkan juga bahwa fasilitas yankes kita juga didukung lebih dari 10 ribu puskesmas, ada kantor kesehatan pelabuhan 40 sekian. Semuanya sudah disiapkan untuk rantai dinginnya untuk menerima vaksin ini," terang Bambang.

Selain itu, kata dia, distribusi vaksin juga melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan unsur pemerintah terkecil lainnya. Hal itu untuk memastikan perjalanan vaksin dari Bio Farma ke puskesmas berjalan dengan aman dan terjaga.

Bambang menegaskan, selama proses distribusi pihaknya tetap menjaga rantai dingin vaksin dari tempat penyimpanan yang satu (Bio Farma) ke tempat penyimpanan yang lainnya (Puskesmas).

Adapun rantai dingin yang aman, kata dia, adalah dijaga antara suhu 2 sampai dengan 8 derajat Celcius.

"Sehingga vaksin nanti yang akan digunakan masyarakat benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya, dan dapat dijaga rantai dinginnya, pendistribusiannya sampai dengan Puskesmas atau nanti bila perlu di Posyandu," tegasnya.

Dalam tahap pertama pendistribusian, Bio Farma menyiapkan sekitar 3 juta vaksin Sinovac yang baru saja didatangkan dari China.

Pertama kali didatangkan sebanyak 1,2 juta dosis dan yang terakhir didatangkan sebanyak 1,8 juta dosis.

Kendati vaksin didistribusikan pekan ini, pelaksanaan program vaksinasi akan dimulai segera setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan izin penggunaan darurat.

Ditargetkan, proses vaksinasi akan dimulai pada pekan kedua atau ketiga Januari 2021 dengan sekitar 1,3 juta tenaga kesehatan menjadi penerima pertama vaksinasi. Kemudian disusul sekitar 17,4 juta pejabat publik dengan interval vaksinasi 14 hari.*

Tag:

comments