Riset: Pasangan via Kencan Online Lebih Kuat Membentuk Ikatan
search

Riset: Pasangan via Kencan Online Lebih Kuat Membentuk Ikatan

Zona Barat
Aplikasi Tinder. Foto: Pixabay

Politeia.id -- Berkenalan dengan orang yang baru lewat media sosial atau aplikasi kencan online bukan lagi hal yang asing, apalagi sudah banyak pengguna ponsel pintar di Indonesia.

Dari sekian aplikasi kencan yang sering digunakan, aplikasi Tinder dan Bumble sering mendapat reputasi buruk karena membuat koneksi antar pengguna dangkal berdasarkan penampilan, bukan kompatibilitas emosional yang lebih dalam.

Tetapi sebuah studi baru yang diterbitkan di PLOS One menemukan, pasangan yang bertemu melalui aplikasi kencan sebenarnya membentuk ikatan yang dalam dan mungkin lebih dalam daripada orang yang bertemu langsung secara kebetulan.

Untuk sampai pada temuan itu, peneliti di Swiss, seperti dilansir dari Insider, Sabtu (2/1) menganalisis data pada tahun 2018 yang melibatkan 3.250 orang dewasa di Swiss.

Basis data mengumpulkan informasi dari peserta tentang hubungan mereka, seperti bagaimana mereka bertemu dan apa yang mereka inginkan dengan pasangan mereka.

Para peserta ini termasuk 500 orang yang bertemu pasangan mereka melalui aplikasi kencan online, situs web, atau layanan kencan digital.

Hasil studi menunjukkan, terlepas dari anggapan banyak orang tentang aplikasi dan komitmen kencan, ternyata mereka yang bertemu secara online sebenarnya lebih cenderung ingin hidup bersama dalam waktu dekat dan menginginkan anak dibandingkan dengan pasangan yang bertemu secara offline.

"Kami benar-benar menemukan dengan cara tertentu pasangan yang bertemu melalui aplikasi kencan membentuk keluarga atau niat hubungan jangka panjang yang lebih kuat daripada pasangan lain yang bertemu secara offline," kata penulis studi, Dr. Gina Potarca kepada Guardian.

Para peneliti menemukan, belakangan ini di Swiss pasangan kekasih lebih umum bertemu secara online dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mereka juga menemukan aplikasi menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan bagian negara sehingga mengubah peta kencan.

Satu hal lain yang penting dalam studi yakni banyak pertanyaan untuk orang-orang dalam hubungan heteroseksual yang menginginkan anak di masa depan dan hampir seluruh populasi sampel adalah orang-orang di Swiss.

Peneliti mengatakan, meskipun data tidak menjamin Anda akan menemukan belahan jiwa Anda lewat aplikasi kencan, namun ada tren berkembang yakni orang-orang bertemu sosok penting mereka secara online.

Berikut ini adalah kumpulan lima aplikasi kencan online yang sering dipakai di dalam negeri.

1. Tinder

Aplikasi kencan ini termasuk yang paling populer di Indonesia, juga pelopor fitur geser atau "swipe" ke kanan dan kiri untuk menyukai dan tidak menyukai profil yang dilihat.

Pengguna baru bisa mengobrol jika sama-sama saling "swipe" kanan atau menyukai profil yang dilihat.

2. Setipe

Aplikasi Setipe memiliki jargon "healthy relationship" alias hubungan yang sehat.

Salah satu keunikan aplikasi buatan Indonesia ini, mereka menyediakan jasa konsultasi dengan psikolog agar bisa menemukan orang yang sesuai dengan kepribadian.

3. OKCupid

Berbeda dengan Tinder, pengguna OKCupid bisa mengobrol dengan siapa saja, tidak perlu saling menyukai profil untuk bisa mengakses fitur chat.

Sebelum bertemu secara virtual, OKCupid meminta pengguna untuk menjawab beberapa pertanyaan agar bisa terhubung dengan orang-orang yang cocok.

4. Badoo

Meski pun bisa diunduh secara gratis, aplikasi Badoo menawarkan beberapa fitur berbayar melalui in-app purchases, membeli lewat aplikasi.

Badoo terkenal dengan fitur nearby, yang bisa menemukan pengguna Badoo lainnya yang sedang berada di dekat lokasi.

5. Tantan

Aplikasi ini juga mengadopsi gaya "swipe" kanan-kiri a la Tinder untuk memilih teman mengobrol.

Tantan memiliki fitur Break The Ice, pengguna akan diberikan sepuluh pertanyaan untuk lebih banyak memahami lawan bicara.

Tag:

comments