Perdana di Indonesia, Film Puisi Chairil Anwar Segera Rilis
search

Perdana di Indonesia, Film Puisi Chairil Anwar Segera Rilis

Zona Barat
Komunitas Under Banner siap rilis film puisi Chairil Anwar. Foto: Exan Zen.

Politeia.id -- Komunitas Under Banner (Kom Urban) Jakarta segera merilis film puisi berjudul "Binatang Jalang" pada Rabu (30/12) malam di Jalan Veteran 1 No. 26 Gambir, Jakarta Pusat. Film puisi ini disebut akan menjadi film puisi pertama di Indonesia.

Sutradara "Binatang Jalang", Exan Zen mengatakan, film puisi ini diangkat dari kumpulan puisi karya Chairil Anwar, salah satu penyair Indonesia terkemuka Indonesia.

Chairil Anwar juga adalah pelopor Angkatan `45 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin dan sekaligus pelopor puisi modern Indonesia.

Chairil Anwar, lahir di Medan, Sumatra utara, sering menamakan dirinya sebagai "Si Binatang Jalang". Ia telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi, sepanjang hidupnya.

"Film Puisi `Binatang Jalang` adalah tafsir estetika terhadap teks-teks puisi karya Chairil Anwar secara audio-visual, memadukan nuansa masa lampau dengan atmosfir kekinian, sehingga mudah dipahami oleh generasi sekarang (generasi milenial)," ujar Exan dalam sebuah rilis yang diterima Politeia.id, Selasa (29/12).

Ia menjelaskan, film puisi ini berdurasi 22 menit, terdiri dari 8 segmen dengan 8 puisi karya Chairil Anwar, antara lain: CINTA DAN BENCI, SIA SIA, SAJAK PUTIH, TAK SEPADAN, KEPADA PELUKIS AFFANDI, AKU, YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS, dan NISAN.

Selain itu, "Binatang Jalang" juga secara khusus menyuguhkan soundtrack musikalisasi puisi dari karya Chairil Anwar yang berjudul "SAJAK PUTIH" dalam gala peremiere nanti.

Exan mengakui, memang selama ini sudah banyak puisi yang dibuat film, namun puisi masih sekedar dibacakan, sebagai narasi, sebagai suara latar atau Voice Over (VO) atau juga Only Sound (OS) dari sebuah visual, mulai dari gambar diam (still image) sampai gambar yang bergerak (moving image) dalam sebuah film.

Demikian pula, ada puisi hanya dijadikan sebagai ide, tema, `basic story` dan sekedar adaptasi atau saduran dalam sebuah film, di mana teks dialog pemain dikarang oleh penulis skenario.

Namun, melalui "Binatang Jalang", Kom Urban berniat menjadikannya satu-satunya film puisi yang pernah dibuat di Indonesia.

Dalam film puisi ini, untuk pertama kalinya teks puisi benar-benar dijadikan dialog antar pemain (aktor) dalam sebuah film tanpa ada penambahan atau pengurangan satu katapun, sesuai dengan puisi aslinya.

Dalam hal ini, kata Exan, "Binatang Jalang" produksi Kom Urban bisa dikatakan sebagai pelopor Film Puisi di Indonesia.

"Dengan puisi utuh dijadikan dialog dalam film, `Binatang Jalang` telah menjadi contoh bahkan menjadi ikon film puisi yang sebenarnya di Indonesia," tutur Exan.

Susunan Pemain dan Tim Produksi

Adapun pemain dalam film puisi ini, antara lain Lucky Moniaga (sebagai Putra), Tengku Rina Doremi (sebagai Putri), Maria Bernadeta Aprianti (sebagai Penari 1), Jefriandi Usma (sebagai Penari 2), Yaser Arafat (sebagai Suami), Avril VI (sebagai Istri), Mantra Gurindam Smaratungga (sebagai Anak Lelaki) dan Galuh Akatara Smarasoka (sebagai Anak Perempuan).

Sementara itu, di bagian produksi ada Yaser Arafat (pimpinan produksi), Hermans Langkita (Properti), Jerry Pattinama (Clapper Laoder), Jenny Doremi (Penata Rias), Nur Handayani (Kostum).

Ada pula Joel Thaher (Director of Photography), Aidil Usman (Art Director and Koreografer), Mogan Pasaribu (Sound Design and Music Arranger), Sentanu (Master Mixing), Cut Desy Gitary (Translator), Moelanka (Editor), Mujib Hermani (Executive Produser), Vera Verto Tobing (Produser) dan Exan Zen (Penulis Naskah dan Sutradara).

Tentang Kom Urban

Komunitas Under Banner sendiri awalnya sebuah komunitas diskusi seni dan sosial budaya di bawah banner (baliho) Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Dari berbagai diskusi itulah lahir ide-ide kreatif dan inovatif, salah satunya konser amal 7 malam untuk Bencana Banten 2018.

Salah satu konsep gagasan teaterikal dari Under Banner yang paling fenomenal adalah "Pertunjukan Terakhir" bersama #SaveTIM pada medio Februari 2020.

"Pertunjukan Terakhir" dilangsungkan di atas puing reruntuhan gedung teater Graha Bhakti Budaya TIM lantas menjadi pemberitaan nasional dan viral hingga ke luar negeri.

Menjelang akhir tahun 2020, Under Banner kembali melahirkan gagasan inovatif, yaitu membuat Film Puisi AKU MAU HIDUP SERIBU TAHUN LAGI karya Chairil Anwar.

Kemudian mmembuat video klip musikalisasi Puisi SAJAK PUTIH dari karya penyair yang sama. Dari ide Film Puisi inilah semangat kreatif terus berkembang. Tahun 2021, rencananya akan membuat Seri Film Puisi MELIHAT INDONESIA karya Bung Karno.*

Tag:

comments