Ucapkan Selamat Hari Ibu, Jokowi Terkenang Mendiang Ibunda
search

Ucapkan Selamat Hari Ibu, Jokowi Terkenang Mendiang Ibunda

Zona Barat
Presiden Jokowi dan Ibunda. Foto: Tangkap layar Youtube @presidenjokowidodo.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan haru pada peringatan Hari Ibu tahun 2020. Tak seperti biasanya, Jokowi kali ini menyampaikan ucapan kepada para ibu dan semua perempuan di Indonesia sembari mengenang mendiang ibunda tercinta yang telah meninggal pada 25 Maret lalu.

Biasanya, orang nomor satu di Indonesia ini selalu menyampaikan ucapan "Selamat Hari Ibu" langsung kepada ibunda, Sujiatmi Notomiharjo. Namun kali ini rasanya sudah berbeda setelah sang ibunda menghembus napas terakhir di Solo, Jawa Tengah.

Ibunda yang merupakan sosok yang selalu memberikan masukan terbaik untuk kariernya itu meninggal setelah empat tahun menderita penyakit kanker. Ibunda meninggal di usia 77 tahun.

Sujiatmi lahir dari keluarga pedagang kayu di Dusun Gumukrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sujiatmi adalah perempuan satu-satunya, dari tiga bersaudara putra pasangan Wirorejo dan Sani. Sujiatmi lahir pada 15 Februari 1943.

Dalam ucapannya, Jokowi mengingat semua kebaikan dan perhatian ibunda selama hidupnya, sejak kecil hingga menjadi Presiden dua periode. Doa dan dukungan merupakan fondasi yang senantiasa menyemangati Jokowi dalam kepemimpinannya.

"Tahun ini segera berlalu, tapi akan selalu teringat. Tahun ketika dunia dihentak pandemi. Di tahun ini pula, ibu saya tercinta berpulang. Ibu yang selalu hadir, menguatkan, dan mendoakan langkah saya. Salam hormat kepada para ibu dan segenap perempuan Indonesia," ucap Jokowi melalui akun Twitternya, Selasa (22/12).

Jokowi mengaku sangat dekat dengan sang ibu semasa hidupnya. Menurut Jokowi, sang ibu bukan sekadar ibu yang selalu membantu dalam doa, melainkan juga teman diskusi dari hal prinsip sampai remeh-temeh.

"Karena saya pernah nabrak apa yang dilarangnya. Hasilnya memang tak berkah, malah gagal total," kata Jokowi seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 30 Juni 2014 lalu.

Perjalanan Jokowi menjadi seorang Presiden tidak terjadi begitu saja. Banyak sekali pengalaman pahit yang dihadapi sebelum menjadi orang nomor satu di negara ini.

Jokowi mengenang bagaimana masa-masa sulit yang dilalui bersama keluarga; bagaimana hidup berpindah-pindah dengan kondisi yang serba apa adanya. Dalam keadaan demikian, ia mengaku sangat dengan ibu. Doa yang tulus dari sang ibu menguatkan dan memantapkan masa depannya.

Dalam sebuah wawancara di tahun 2018, Jokowi pernah mengejutkan sang ibu dengan mengucapkan "Selamat Hari Ibu" melalui sebuah video telekonferensi. Sang ibu pun terkejut.

"Ibu mohon maaf saya tidak sowan dan sungkem di Hari Ibu ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua perjuangan Ibu," ujar Jokowi.

"Ibu, saya tidak mampu untuk membalas semua kebaikan dan perjuangan ibu, namun saya akan berusaha terus menjadi putra ibu yang baik, putra ibu yang terbaik. Selamat Hari Ibu 22 Desember 2018," lanjut Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Sudjiatmi bercerita bagaimana ia membesarkan Jokowi. Salah satunya kebiasaan menyanyikan lagu `Tak Lelo Lelo Tedung` saat meninabobokan anaknya sewaktu bayi.

"Sampai 2 tahun, waktu itu masih kecil, sampai punya adik. Biasanya 15 menit (menyanyikannya)," kata Sudjiatmi.

Di hadapan para hadirin, ia juga bercerita mengenai nilai-nilai apa saja yang ia tanamkan kepada Jokowi kecil.

Ia mengaku bahwa ia selalu menggunakan kata-kata yang halus dan manis saat menasihati anak-anaknya.

"Saya mengajarkan dari dulu itu, anak-anak saya sudah saya pesan dari kecil, `Besok kamu mau jadi apa saja boleh, terserah pilihanmu. Tapi pesan ibu harus jujur ya. Selalu jujur diingat terus. Orang hidup harus mau bekerja keras, jujur, tulus, dan ikhlas. Nanti di mana-mana kamu pasti enak hidupnya, tidak ada beban, tidak ada apa-apa. Harus terus diingat terus ya sampai tua," ujarnya.

Sudjiatmi sebelumnya juga pernah bercerita mengenai cara mendidik anak-anaknya, termasuk Jokowi. Kutipan kisah itu dimuat dalam Majalah Pendidikan Keluarga edisi 4 Tahun I Desember 2016.

"Ojo milik punya orang lain yang bukan hakmu. Dari kecil, anak-anak saya didik: yang bukan hakmu jangan kamu ambil. Jangan seneng punya orang lain," begitu kata Sujiatmi.

Menurut Sujiatmi, kejujuran dan `ojo milik (tidak tergiur memiliki) menjadi yang utama yang ditekankan dia dan almarhum suaminya, Notomiharjo, kepada anak-anak.

Dalam keseharian, Sujiatmi tampil sebagai ibu yang tegas. Ia mendidik anak-anaknya untuk memegang prinsip dalam hidup.

Pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo diketahui dikarunia 4 anak, antara lain Jokowi (sulung) dan tiga adik perempuan Jokowi, yakni Iit Sriyantini, Idayati, dan Titik Ritawati.*

Tag:

comments